Sebelumnya,
saya ingin curhat sebentar sob.
Jujur saya agak sedikit emosional ketika mengangkat
tema ini sebagai artikel. Sentakan demi sentakan ala orang sewot di depan laptop
saya luapkan mengiringi terbentuknya artikel ini. So, saya bisa katakan bahwa
artikel ini adalah salah satu bentuk rasa kesal yang meluap tentang munculnya
berbagai paradigma dalam malpraktek romansa yang menyesatkan, khususnya tentang
kesalahan paradigma bahwa “cinta selalu memaafkan” .
Diawali dari pengalaman romansa saya yang begitu
berliku, singkat namun penuh rintangan. Tidak sekali juga saya mengalami
kegagalan dalam melakukan move on. Hingga terbukalah pikiran saya tentang semua
kesalahan yang begitu menyulitkan pada masa-masa itu.
BERTAHAN. Bertahan dalam suatu hubungan adalah bentuk
usaha mempertahankan ikatan yang telah dijalani. Bicara masalah bertahan, tidak
heran banyak orang yang rela disakiti maupun tersakiti secara tidak langsung
oleh pasangan. Faktor ini dipengaruhi oleh syndrome “pacar yang baik dan
pemaaf”, syndrome ini merupakan rasa ingin membentuk image sebagai “pacar yang
baik dan pemaaf”.
BUKA
MATA DAN PIKIRAN ANDA !
Bertahan demi
dia yang sering membuatmu terluka, membuatmu sedih dan terlantar. Bukan masalah
kamu sayang dia atau enggak, tapi kamu sayang dirimu sendiri atau enggak.
Jelas bahwa dalam menjalani suatu hubungan, kamu juga
harus mikir. Mana yang bermanfaat buat dirimu dan mana yang tidak bermanfaat
buat dirimu. Inti dalam suatu hubungan bukan seberapa besarnya rasa cinta kamu
pada pasangan tapi seberapa besarnya rasa cinta kamu pada dirimu sendiri.
“Cinta
selalu memaafkan”.
Kalau dia membuatmu terluka, kamu akan memaafkan(?)
Berapa banyak air mata yang kamu buang selama kalian menjalin hubungan(?) Kalau
pernikahan bertahan sih wajar, karena banyak pihak yang terluka kalau berakhir.
Tapi kalau bertahan dimasa-masa berpacaran, apa yang membuat kamu sedesperate itu(?)
Sayangi diri.
Waktumu
terlalu berharga untuk dihabiskan ke orang yang menyulitkan hidupmu.
Cinta itu butuh usaha dari KEDUA belah pihak. Kalau
cuma kamu sendiri yang berusaha mati-matian untuk mempertahankan hubungan, itu
bukan cinta tapi kamu lagi DIKERJAIN!
Hubungan itu terjadi karena aksi 2 orang. Kalau kamu mederita
bukan cuma karena dia melakukan, tapi karena kamu memilih untuk bertahan dan
selalu memaafkan. Kamu tau itu menyakitkan dan akan membuat kamu mengeluh,
curhat sana-sini di sosmed. Udah tau menyakitkan tapi kamu bertahan, jelas
sekali itu bukan cerdas!